BPBD Sleman Tangani 37 Titik Bencana Akibat Hujan dan Angin Kencang
Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Sleman pada Selasa, 19 Agustus 2025, menyebabkan kerusakan di 37 titik lokasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman segera merespons dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan penanganan di lapangan.
Menurut laporan resmi BPBD Sleman, cuaca ekstrem yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini berdampak pada beberapa kapanewon, di antaranya Depok, Gamping, Godean, Kalasan, Mlati, Minggir, dan Moyudan. Dari total 37 titik terdampak, 22 rumah warga mengalami rusak ringan, satu rumah rusak berat, serta puluhan pohon tumbang menimpa rumah dan fasilitas umum. Selain itu, sebuah baliho, papan reklame, dan satu unit sekolah juga dilaporkan rusak. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp55 juta.
Wilayah yang paling parah terdampak adalah Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, dengan 15 titik kerusakan. Penanganan darurat yang dilakukan BPBD Sleman mencakup evakuasi pohon tumbang, pendistribusian logistik, dan pembersihan area terdampak.
Proses penanganan bencana ini melibatkan koordinasi lintas sektor, termasuk TNI, POLRI, pemerintah kelurahan, Kelompok Siaga Bencana (KSB), komunitas relawan, dan warga setempat. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman menyatakan bahwa informasi dari lapangan menjadi dasar untuk menyalurkan bantuan kepada para korban dengan cepat.
BPBD Sleman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah mitigasi mandiri, seperti memangkas dahan pohon yang rimbun di sekitar rumah dan membersihkan saluran drainase, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
